1️⃣ Pengertian Litosfer
Litosfer adalah lapisan padat terluar bumi yang tersusun atas batuan dan mineral, meliputi kerak bumi dan bagian atas mantel yang keras.
Ketebalan litosfer antara 30–100 km dan menjadi tempat terjadinya berbagai fenomena geologi seperti gempa bumi dan gunung berapi.
2️⃣ Struktur Litosfer
- Kerak bumi: lapisan luar padat.
- Mantel atas: semi-plastis, tempat pergerakan lempeng.
- Inti bumi: terdiri dari inti luar (cair) dan inti dalam (padat).
3️⃣ Pergerakan Lempeng Tektonik
Pergerakan lempeng menyebabkan terbentuknya gunung, palung, dan gempa bumi.
- Divergen: lempeng menjauh → dasar samudra.
- Konvergen: lempeng bertumbukan → pegunungan dan gunung api.
- Transform: lempeng bergeser → gempa bumi.
4️⃣ Jenis Batuan Penyusun Litosfer
- Batuan beku: hasil pembekuan magma.
- Batuan sedimen: hasil pengendapan.
- Batuan metamorf: hasil perubahan akibat tekanan & suhu tinggi.
5️⃣ Dampak Aktivitas Litosfer
- Positif: tanah subur dari letusan gunung api.
- Negatif: bencana seperti gempa dan tsunami.
6️⃣ Gempa Bumi & Gunung Api di Indonesia
Indonesia berada di zona cincin api dunia (Ring of Fire), tempat pertemuan tiga lempeng besar: Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Hal ini membuat Indonesia rawan gempa bumi dan memiliki banyak gunung berapi aktif.
- Gunung Merapi (Jawa Tengah) — salah satu yang paling aktif di dunia.
- Gunung Krakatau (Selat Sunda) — letusan besar tahun 1883.
- Gunung Semeru (Jawa Timur) — tertinggi di Pulau Jawa.
- Gunung Sinabung (Sumatera Utara) — sering erupsi sejak 2010.
Gempa bumi terjadi akibat gesekan antar lempeng. Wilayah paling rawan gempa antara lain Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara, dan Maluku.